Thursday, June 26, 2014

Hasil perolehan pemilu legislatif 2014 di tiap propinsi, digambarkan pada peta indonesia

Warna Partai di propinsi adalah pengumpul suara terbanyak dan warna Ungu adalah perolehan terbanyak kedua di propinsi yg bersangkutan


Partai pengumpul suara terbanyak di propinsi propinsi indonesia :
Merah : PDIP
Kuning : Golkar
Oranye di Aceh : Gerindra
Biru di Bengkulu : Nasdem
Biru di Sulawesi Tenggara : PAN
Biru di Papua : Demokrat


Wednesday, June 18, 2014

Premanisme dan Pelacuran

Premanisme dan pelacuran sejatinya mempunyai akar permasalahan yang sama yaitu masalah kebutuhan hidup dan masalah kemauan yg benar dalam menjalankan hidup ini, perbedaan dari kedua kelompok ini adalah cukup 

mendasar, premanisme merupakan area lelaki, pelacuran adalah area perempuan, kalaupun ada sebaliknya, itu hanyalah masalah emansipasi yang jumlahnya sedikit saja.

bila umum dikatakan pelacuran adalah setua peradaban manusia, maka premanisme pun bisa dikatakan merupakan pekerjaan tertua dalam peradaban manusia, kita bisa melihatnya ini dalam konteks hidup seorang 

manusia, yang bisa kita saksikan, pada masa kanak-kanak kita sudah melihat adanya kemampuan seorang anak melakukan "bully" terhadap anak lainnya, dengan pengaruh dan kekuatannya , seorang anak akan memaksa 

anak lain memberikan apa yg diinginkannya, bukankah ini adalah contoh kecil sebuah aksi premanisme ?, dan apakah kita bisa yakin, bahwa manusia manusia yg berjalan pertama kali di muka bumi ini tidak lepas 

dari aksi kekerasan yg sederhana seperti ini ?

adalah merupakan kenyataan bahwa para preman adalah banyak diisi para pengangguran atau para pekerja sektor informal yg tidak mempunyai penghasilan tetap atau lebih dikenal dengan pekerja serabutan, dan pada 

sisi yang sama, pelacuran juga berisi para wanita yang karena himpitan ekonomi menjalankan profesi ini untuk mereka bisa bertahan dan menjalankan hidup.

tapi kita tidak bisa pungkiri juga, bahwa preman pun juga berisi para pemalas yg tidak ingin bekerja keras demi upah yang halal walaupun minimal, bagi para preman ini, lebih baik serabutan jadi tukang peras 

alias dalam bahasa halusnya, jasa pengamanan, dan mendapatkan seharinya berkali kali lipat daripada buruh yg hanya mengandalkan UMR.

dan hal yang sama pula terjadi pada pelacur, apakah kita akan memungkiri bahwa melacurkan diri adalah pekerjaan yang lebih gampang mendapatkan imbalan dibandingkan seorang wanita menjadi pekerja toko ataupun buruh ?.

dalam konteks persamaan dua profesi ini yang telah dijelaskan diatas, adalah terjadi di indonesia sekarang ini sebuah keanehan.

1. satu pihak sangat gencar menentang penutupan lokalisasi tapi pihak yg sama menentang keras dan meminta pembubaran kelompok kelompok yang mereka tuduh melakukan aksi aksi preman.
2. sedangkan pihak lainnya, menggandeng kelompok kelompok yang berkelakuan preman, tapi mendukung pembubaran lokalisasi.

tanpa ingin memihak kepada satu golongan, kita semua harusnya secara sadar sesadar-sadarnya, bahwa problematika dalam menjalani hidup bagi para wanita dan para lelaki mempunyai sebuah muara yang serupa, 

mereka mempunyai solusi dalam hidup ini selama bisa mencari alasan pembenar dan menomorduakan moralitas, yaitu menjadi preman untuk kaum lelaki, atau menjadi pelacur untuk kaum perempuan.

premanisme dan pelacuran adalah penyakit masyarakat, janganlah kita setuju yang satu tapi tidak setuju dengan lainnya, karena disanalah argumentasi kita mendapatkan sebuah pertanyaan, dinomor-berapakah  moralitas kita berada.




Monday, June 6, 2011

Briptu norman dan para polwan cantiknya ..



kreatif dan cukup menghibur.. klik pada gambar untuk memperjelas..

Monday, February 9, 2009

Mengurus Paspor di kantor POS - mengurus STNK dulu.

Sesuai judulnya, pada hari ini 9 Februari 2009, saya mengurus paspor untuk anak saya yang baru lahir, di Kantor POS, tapi kejadian ini bukanlah di Indonesia, tetapi di USA.
Proses nya pun cepat tanpa perlu antri panjang, dalam waktu 30 menit proses selesai, dan paspor nantinya akan dikirimkan dalam waktu 3 minggu ke alamat yang tercantum di dalam aplikasi.

Seandainya... kondisi yang sama dapat di temukan di Indonesia, ok, sebelum berangan-angan lebih lanjut, kejadian mengurus paspor di kantor pos ini adalah kejadian kedua yang menunjukkan bagaimana sebuah efisiensi di bangun dalam melakukan pelayanan masyarakat yang di lakukan oleh pemerintah, kejadian pertama yang saya lihat merupakan sebuah optimalisasi dari proses pelayanan adalah masalah yang di kenal di Indonesia dng proses perpanjangan STNK dan PLAT kendaraan bermotor.

Saya melebar dulu untuk menceritakan perpanjangan STNK ini terlebih dahulu, karena saya teringat beberapa tahun lalu di Indonesia ada usulan mengenai proses administrasi kendaraan bermotor ini diserahkan saja ke pihak non-polisi, alias departemen terkait lainnya, atau lebih spesifik pencetus ide mengarahkan nya ke masing2 pemda dan DLLAJR.

Spt yang kita dengar selanjutnya, ide ini tidak kemana mana, karena adanya resistensi dari pihak kepolisian mengenai masalah kesatu-paduan (integrasi -red) data antara kendaraan bermotor, pengendara, dan masalah kriminal yang bagi polisi adalah penting buat mereka untuk di tetap di koordinir di bawah Kepolisian, bagaimana pun alasannya, bagi masyarakat UMUM hal ini sudah jelas menunjukkan bahwa pihak kepolisian ogah melepaskan salah satu sumber pendapatan dari proses administrasi (karena sebagian dana sudah tentu masuk ke kantong kepolisian sebelum masuk ke kas pemda).

Seperti biasanya di Indonesia, Dua pihak diatas tidak akan pernah bertemu mendapatkan pemecahan masalah karena titik berat dari masalah diatas adalah menyangkut masalah "dana" bukan "daya", padahal bila Kepolisian berpikir "daya" dahulu, maka mereka tidak akan kehilangan "dana" sekaligus "daya" yang mereka keluarkan menjadi lebih ringan.
Sedangkan pihak lainnya sudah pasti akan mendapat bagian "dana" tanpa perlu pula mengambil alih semua "daya" yang sekarang di keluarkan oleh kepolisian dalam melakukan administrasi kendaraan dan pengendara bermotor.

Kembali ke USA, dalam proses pembayaran Pajak dan Perpanjangan STNK kendaraan bermotor (setiap tahun juga), dimana masalah paling penting adalah cek fisik kendaraan bermotor dan kelengkapan administrasi nya, dilakukan oleh pihak ketiga, yang di tunjuk oleh badan berwenang, setelah selesai di lakukan cek kendaraan ini, maka kita membawa surat pengantar yang menyebutkan kelaikan dan sah nya suatu kendaraan untuk di kendarai, ke kantor pemerintah setempat untuk melakukan proses pembayaran pajak atau perpanjangan STNK, karena proses cek fisik nya di lakukan pihak ketiga, maka jumlah lokasi untuk melakukan proses ini juga lebih banyak, alhasil antrian jarang terlihat.

sedangkan di Indonesia, seperti yang kita ketahui bersama, akibat semua urusan di sebutkan dalam istilah satu atap, atau di kenal dengan SAMSAT, maka yang namanya pembayaran pajak dan perpanjangan STNK merupakan momok tersendiri, proses yang berbelit, antri sana antri sini, pada intinya, walaupun proses di lakukan satu atap (dng tujuan untuk meng-efisiensikan), tapi karena jumlah pemohon ribuan tiap harinya, maka antrian panjang tidak bisa di hindarkan, ini semua akibat dari kondisi dimana sebuah institusi tidak bisa membedakan mana "daya" dan mana "dana".

Saya punya pengalaman dalam hal proses balik nama, perpanjangan STNK dkk, dalam 4 jam proses, hampir 3 jam di keluarkan untuk proses cek fisik kendaraan berserta antrinya, sedangkan 1 Jam sisanya di butuhkan untuk proses pembayaran beserta antrinya, ini seharusnya bila pihak kepolisian mau berpikir jernih, mengedepankan "daya" terlebih dahulu, maka dalam proses pengurusan administrasi kendaraan, 3 jam yg mubazir tadi bisa di hilangkan.

sekarang kembali ke masalah paspor, demikian ceritanya, berlanjut ke posting berikutnya :-)

Saturday, January 24, 2009

Hadiah awal tahun 2009 buat Jakarta, Banjir lagi.

Banjir di Jakarta selama bulan januari kemarin benar2 telah menunjukkan sebuah kualitas manajerial pemerintah kota jakarta yang mungkin sudah masuk kategori "amburadul", sekedar mengingatkan kembali hasil pilkada jakarta 2007, dan memberikan kita pelajaran apa artinya GOLPUT.

Pemilih Terdaftar: 5.719.285
Fauzi Bowo: 2.010.545 (35.1%)
Adang: 1.467.737 (25.7%)
Tidak Memilih: 2.241.003 (39.2%)

banjir yang berlangsung sejak jaman sutiyoso (di mana fauzi menjadi wakilnya) tetap berlangsung sampai sekarang di karenakan pihak golput yg 39.2% (pemenang terbesar) memilih cuek saja dng pilkada sehingga membuat FAUZI BOWO terpilih menjadi gubernur walaupun prestasinya sudah terbukti.

GOLPUT bukan lah solusi bila ada kemungkinan calon pemimpin yang menang adalah calon yg sudah terbukti prestasi negatif nya.

masih suka dng GOLPUT ? masih melihat GOLPUT adalah HAK ? kalau itu memang keyakinan anda, jadi jangan pernah mengeluh bila jakarta selalu banjir dan macet, karena itu juga HAK pemimpin gebleg untuk tetap bekerja serampangan.

Tuesday, November 4, 2008

Guru dan Tentara/Polri (II)

Tambahan dari Posting Guru dan Tentara yg pertama

Subsidi langsung dan jaminan kepastian hidup buat guru dan tentara/polri dan keluarganya di Indonesia dari pemerintah, salah satunya jaminan pendidikan buat keluarganya sampai level sarjana tanpa biaya, adalah salah satu cara agar pemerintah mendapatkan bantuan berupa tangan2 yg memang pada dasarnya mempunyai kewajiban untuk mengabdi, karena bantuan spt ini sangat di butuhkan dalam memperbaiki keadaan sosial masyarakat Indonesia yg cenderung makin terpuruk.

Modal Pemerintah bisa di katakan tidak akan seberapa (dibanding harus subsidi bbm atau subsidi 100rb per kk miskin/bln seindonesia yg hasilnya tidak jelas karena apa artinya 100rebu buat inflasi spt skrg ini), dengan ini maka pemerintah indonesia akan mulai mempunyai bala bantuan untuk memperbaiki kondisi masyarakat
setidaknya 2jtan lebih personil. (yaitu sekitar 300ribu tentara, 2jt-an guru indonesia, dan mungkin sekitar 150ribu polisi)

Mungkin banyak orang akan berhitung (terutama ekonom kita), mensubsidi 2.450.000 orang akan mengeluarkan budget yg sangat besar, tapi kan ini kita bicara bukan negara ngasih duwit, tapi negara memberikan proteksi ke mereka bahwa bila anaknya sekolah sampai level sarjana, atau bila keluarganya membutuhkan kebutuhan dasar, spt sandang pangan papan, akan selalu ada, dan tidak akan terjadi 2jt orang ini dan keluarganya akan meminta di saat bersamaan, tdk spt yg terjadi di subsidi 100rb sekarang ini yg pembagian nya sampai rebutan gak karu2an.

Nah dng dukungan 2jt lebih orang ini, mungkin pemerintah bisa memulai mengurai benang kusut problema di Indonesia, pendidikan mulai bisa di harapkan gratis, karena guru2 tidak peduli lagi dng apakah dia dapet tambahan duwit buat ngajarin tambahan anak, tidak akan ikutan bisnis buku, tidak ikutan bisnis seragam dst, dan masyarakat pun menjadi tidak apatis dng masa depannya karena setidaknya mereka tahu ada hal baik yg masih ada disekitar mereka, yaitu sekolah buat anak2nya, disisi lain, keamanan menjadi hal yg mudah di dapatkan, karena tentara/polisi tidak lagi berwatak/bermental miskin, dikit2 cari duwit, dng alasan buat menopang kebutuhan keluarga, yg ujung2nya akhirnya mengadaikan diri untuk menjadi kacung/preman orang2 kaya, karena tidak ada lagi yg dikhawatirkan dalam hidup ini bagi mereka, keluarga bisa hidup, anak punya masadepan yg cerah.

oh iya, bila membaca ini, saya disini lebih menekankan kepada tentara/polri yg berpangkat rendah, serta guru2 yg masih berdedikasi dalam mengajar.

How the stock market works, Simplification

Once upon a time a man appeared in a village and announced to the villagers that he would buy monkeys for $10 each.

The villagers, seeing that there were many monkeys around, went out to the forest and started catching them.

The man bought thousands at $10 and, as supply started to diminish, the villagers stopped their effort. He next announced that he would now buy monkeys at $20 each. This renewed the efforts of the villagers and they started catching monkeys again.

Soon the supply diminished even further and people started going back to their farms. The offer increased to $25 each and the supply of monkeys became so scarce it was an effort to even find a monkey, let alone catch it!

The man now announced that he would buy monkeys at $50 each! However, since he had to go to the city on some business, his assistant would buy on his behalf.

In the absence of the man, the assistant told the villagers: "Look at all these monkeys in the big cage that the man has already collected. I will sell them to you at $35 and when the man returns from the city, you can sell them to him for $50 each."

The villagers rounded up all their savings and bought all the monkeys.

They never saw the man or his assistant again, only lots and lots of monkeys!

Now you have a better understanding of how the stock market works, beware of the monkeys.