Tuesday, November 4, 2008

How the stock market works, Simplification

Once upon a time a man appeared in a village and announced to the villagers that he would buy monkeys for $10 each.

The villagers, seeing that there were many monkeys around, went out to the forest and started catching them.

The man bought thousands at $10 and, as supply started to diminish, the villagers stopped their effort. He next announced that he would now buy monkeys at $20 each. This renewed the efforts of the villagers and they started catching monkeys again.

Soon the supply diminished even further and people started going back to their farms. The offer increased to $25 each and the supply of monkeys became so scarce it was an effort to even find a monkey, let alone catch it!

The man now announced that he would buy monkeys at $50 each! However, since he had to go to the city on some business, his assistant would buy on his behalf.

In the absence of the man, the assistant told the villagers: "Look at all these monkeys in the big cage that the man has already collected. I will sell them to you at $35 and when the man returns from the city, you can sell them to him for $50 each."

The villagers rounded up all their savings and bought all the monkeys.

They never saw the man or his assistant again, only lots and lots of monkeys!

Now you have a better understanding of how the stock market works, beware of the monkeys.

Monday, October 27, 2008

how hard it can be to translate Bahasa Indonesia.

Guys, this is not about democracy in Indonesia, but this is to show you how hard it is to translate Indonesia Language to English using a software, at their best, 2 web company tried it, but the result is still far from perfect,
this is the example from those two, the original text is below :

======================================
ABG Bunuh Ibu karena Tak Diberi Uang untuk Pergi ke Warnet
Rita Uli Hutapea - detikcom Beijing - Seorang ABG yang kecanduan internet nekat menikam bunya sendiri hingga tewas. Perbuatan keji itu dilakukan karena sang ibu tidak mau memberikan uang padanya untuk pergi ke warnet. Duh!

Peristiwa berdarah ini terjadi di Kota Guangzhou, Cina seperti diberitakan harian lokal, The Beijing News dan dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/6/2007).

Kejadian itu bermula ketika ABG yang hanya diidentifikasi sebagai Wang itu meminta uang kepada ibunya. Namun sang ibu menolak memberikan uang yang akan dipakai Wang untuk pergi ke warnet.
======================================


here is the result from Google translation :

======================================

Mother killed awesome party just because not given Money to Go to the Garnet
Rita Uli Hutapea
Install Beijing - An awesome party just a desperate stab Internet addicted themselves to bunya killed. Lewdness is done because the mother did not want to give the money to go to the cafe.
Duh!

This bloody events occurred in the city of Guangzhou, China as reported by the local daily, The Beijing News and CNN news This office, on Thursday (14/6/2007).

Genesis is awesome party just started when the only identified as Wang is requesting money to his mother. However, the mother refused to give money to be used for Wang to go to the cafe.


======================================

and here is the result from toggletext.com (used to kataku.com) :

======================================

The TEENAGER Kill Ms because of being not given by Uang to go to Warnet
Rita Uli Hutapea - detikcom Beijing - A ABG that internet addiction determined to stab you him himself until being killed. The mean action was carried out because the mother did not want to give money to him to go to warnet. Duh!

This bloody incident happened in the Guangzhou City, China as being reported the local daily, The Beijing News and was launched the AFP news agency, on Thursday (14/6/2007).

The incident began when the TEENAGER who only it was identified as the money asked for money from his mother. However the mother refused to give money that will be used money to go to warnet.


========================================

Many people said, Indonesia Language is not standard, although it is an easy language but so many different way to write a text, this is the big problem for the software (a.k.a Computer) to understand it, but for human eyes, its very easy to read Bahasa Indonesia, even for foreigner who just learn it for couple weeks.

oh well, I guess we have to wait for another century for it to be perfect, or probably anybody out there already have a good software ?

Monday, February 4, 2008

Banjir Jakarta 2008, silahkan penduduk DKI memaki-maki diri sendiri.

Hasil pilkada DKI jakarta tahun 2007 lalu :

Pemilih Terdaftar: 5.719.285
Fauzi Bowo: 2.010.545 (35.1%)
Adang: 1.467.737 (25.7%)
Tidak Memilih: 2.241.003 (39.2%)

2.2 Juta lebih penduduk DKI memilih tidak perduli, dan tentunya silahkan bagi orang tidak peduli ini memaki-maki diri sendiri setelah terkena banjir tahunan di tahun 2008 ini beberapa hari yll, kenapa memaki diri sendiri, pertanyaannya harusnya di balik, kenapa harus memaki-maki FAUZI BOWO ?, kita sudah memaki2 bung FAUZI setiap tahun sebelum tahun 2008 ini, karena ybs adalah wagub yang bertanggung jawab juga atas kondisi kota jakarta di banjir2 tahun2 sebelumnya, dan memaki-maki beliau tahun 2008 ini adalah tindakan orang yang tidak waras bagi yang golput di pilkada 2007 kemaren, karena itu tidak pantas, kita sudah di berikan kesempatan untuk memilih yang bukan FAUZI BOWO, tapi kita lewatkan kesempatan itu.

pertanyaan berikutnya : apa jaminannya bila ADANG terpilih ? apa dijamin tidak banjir ?, tidak ada yang bisa menjamin, tapi yang pasti satu hal, kita sebagai manusia akan masih dalam batasan wajar bila setelah ADANG terpilih kemudian 2008 ini banjir lagi, kemudian kita memaki-maki beliau bilang kerjanya gak becus, ya lumrah itu kan ? kita anggap kesalahan ada di dia dan kita masih waras, karena kita memaki-maki orang yang baru walaupun kesalahannya lama, tapi bila memaki-maki FAUZI BOWO di 2008 ini, itu tdk lumrah, tdk waras, mo di bilang waras gimana, tiap tahun kok memaki-maki orang yang sama dan untuk kelalaian yang sama pula, sapa yang suruh kita untuk tidak peduli pada pilkada kemaren ? Got my point ? :-)

Ok, cukup sekian, cuman pesen saya buat FAUZI BOWO, jangan melulu nungguin proyek kanal barat/timur/selatan/utara, cukup lakukan proyek pendalaman/pengerukan semua sungai2 dan kali2 yang ada di seluruh wilayah jakarta, karena sebagian besar sekarang semua dangkal karena endapan lumpur, wong kita di lingkungan RT saja harus merawat selokan biar tidak tersumbat dan dangkal, kok ini untuk ukuran jakarta, itu sungai2 dan kali2 tidak pada di rawat.

Friday, February 1, 2008

Seandainya Transjakarta, PPD, dan PT KAI DAOP1 bisa bekerja sama


Bila ketiga perusahaan ini mau duduk bersama dan menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan golongan, maka yang namanya problem transportasi dan kemacetan yang ada di kota jakarta sekarang ini akan lebih mudah menyelesaikannya

Jadi jangan karena Transjakarta milik pemda DKI, PPD milik DepHub, serta DAOP1 milik PT KAI, membuat mereka tidak bisa saling bekerja sama, apapun solusi yang di tawarkan ke tiga perusahaan ini, satu dng yang lainnya akan selalu berhubungan.

kenapa tidak transjakarta membuat feeder untuk komuter dari bekasi, cibubur, serpong, tangerang memanfaatkan jalur kereta ? apa sulitnya pemprov DKI mengalokasikan dana yang sangat berlebih dari pendapatan pajak kendaraan bermotor untuk membeli beberapa gerbong dan loko tambahan, sedangkan untuk PPD adalah untuk mengatasi feeder buat tempat2 yang tidak di lalui oleh Rel kereta.

bravo ketiganya bila mau duduk bersama, atau bila ada yang mau memaksa mereka bertiga untuk duduk bersama (Presiden RI maksud aku)





Sunday, November 11, 2007

Bung Tomo belum jadi pahlawan nasional, karena belum ada seminar.

Contoh di lapangan dari yang saya sebut "Just Plain Stupid Indonesia", saya quote dari salah satu media yg menulis pernyataan dari Direktur Kepahlawanan, Kejuangan, dan Keperintisan Departemen Sosial, Yusrizal, demikian "Alasannya, kata Yusrizal, ada persyaratan administrasi yang belum dipenuhi untuk mengusulkan Bung Tomo menjadi pahlawan nasional. Apa itu? ’’Bung Tomo belum diseminarkan di daerah,’’ tandas Yusrizal"

Saya serahkan ke pembaca bagaimana anda menilai pernyataan dari seorang DIREKTUR, seorang pemimpin, tapi bila saya di posisi spt dia, cukup di jawab dengan lebih di plomatis, spt ini "Akan kita usahakan prosedurnya di lakukan sepenuhnya supaya Bung Tomo bisa menjadi pahlawan nasional", saya melihat itu ucapan yang netral dan cenderung menghargai, buat sesorang spt kita yg tidak mengenal pahlawan kita secara langsung, tapi masih menghargai kepada beliau-beliau karena keberaniannya menghadang pelor penjajah demi berdirinya Negara Indonesia.

Untuk lebih lanjutnya ada bacaan yang lebih berat, mengenai nasionalisme, serta bagaimana islam di tuduh tdk nasionalis, di mana relevansinya, silahkan ke sini

Just Plain Stupid Indonesia

Indonesia adalah bangsa yang besar dalam hal ukuran jumlah manusia dan luas wilayahnya. Untuk melihatnya, coba kita mulai dari angka angka ini, diambil dari berbagai sumber :
  • Rangking 4 dalam jumlah Penduduk setelah China, India dan US.
  • Rangking 1 dalam jumlah Penduduk Muslim, di ikuti oleh India, Pakistan.
  • Seluruh Arab di gabung, jumlah Muslim Indonesia masih lebih banyak 50 Juta, 2 kali jumlah total populasi Malaysia.
  • Luas Daratannya adalah terbesar di negara2 ASEAN, luas semua negara ASEAN digabung hanya akan lebih besar sedikit dibanding luas Indonesia.
  • Jarak Sabang Sampai Merauke adalah 1/8 lingkar keliling bumi, alias 5000km lebih kurangnya.
  • dan banyak angka2 lainnya.

tapi dengan angka yang sedemikian besarnya, kita hanya :
  • Memiliki 1 Kota, Jakarta, sebagai kota, Bisnis, Industri, Pemerintahan, Hiburan/Perfilman, Pendidikan (Dalam kaitannya dng Pendidikan+Ekonomi), bandingkan dng China, India dan US, yg masing masing memiliki, shanghai, beijing, Delhi, Mumbay, Bangalore, Washington DC, New York, Los Angeles.
  • Memiliki Transportasi Massal Paling sedikit
  • Memiliki Panjang Jalur kereta di peringkat 29 di bawah Chili, yg luas wilayahnya hanya 1/3 luas Indonesia, dan penduduk 1/15 jumlah penduduk Indonesia.
  • Selalu mendapatkan pemimpin yang wawasannya hanya sebatas luas Rumah nya saja.
  • dan banyak "hanya" lainnya.
Semua level pemimpin di Indonesia harus lah sadar, dengan angka sebesar ini, tidak ada jalan lain selain harus mulai menggunakan ilmu pengetahuan dan kemampuan managerial dalam mengatasi semua permasalahan di Indonesia, jargon selama ini yang selalu di pakai, yaitu para penguasa selalu berupaya memperdaya rakyat kecil untuk melangengkan kekuasaannya, dan berusaha selalu membodohi rakyat, tidak bisa di pakai lagi, karena hal tersebut sudah tidak sesuai dengan skala besarnya indonesia sekarang ini (terutama dalam jumlah penduduk), kalau ingin melanggengkan kekuasaan, harus sudah mulai sedikit cerdas dan memakai ilmu, sudah tidak bisa lagi "Just Plain Stupid" alias Keliatan banget kalo bego. :-)

Friday, November 9, 2007

Jalur Diperlebar, Akses Speedy Malah Bermasalah


Begitulah salah satu berita di detik.net, mengenai problem salah satu penyelenggara akses internet, snapshot berita bisa di lihat di gambar di sebelah,

Yang menjadi kan nya menjadi berita yang agak aneh karena pernyataan dari pihak speedy, saya quote disini :
"Situs luar negeri banyak yang menolak diakses karena kebanjiran trafik permintaan dari kita sejak pipa Speedy diperluas," kata Adeng. Menurut dia, pelebaran tersebut menyebabkan kemacetan (bottleneck) karena gerbang akses situs luar negeri jadi lebih sempit, sementara pengaksesnya jadi lebih banyak".
Tampaknya karena banyak orang Indonesia sangat akrab dng penjelasan pemerintah yg sekedar basa basi asal njeplak, akhirnya sektor non pemerintah, bahkan dlm hal ini dunia IT, dimana banyak masyarakat Indonesia yang sudah melek teknologi pun masih saja harus di suguhi berita-berita seperti ini dari para penguasa, dalam hal ini dari petinggi sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.
Yah... tapi kita jangan berpikir negatif dulu, sebelum ada konfirmasi dari pihak2 terkait, mungkin saja berita diatas tertulis karena ada salah pengertian dari wartawannya.